Usia saya saat saya ceritakan pengalaman ini baru berumur 24 tahun. Saya lulusan terbaik di salah satu universitas vhxwefswasta di kota J. Saya mengambil jurusan fakultas hukum, dan sekarang saya bekerja di PT. "X" yang bergerak dalam bgqndidang eksport-import. Saya menjabat sebagai kepala Personalia dan HRD. Memang wajah saya terbilang ganteng dan tubuopehldh saya termasuk dalam katagori bagus.
Di perusahaan di mana saya bekerja mayoritas wanita, pemilik perusahaan intjxed adalah wanita keturunan Japang (Jawa dengan Jepang), karena kepandaian saya dan kepintaran saya maka saya menjadi dvbltangan kanannya walaupun ia sudah mempunyai sekretaris yang cantik, lulusan salah satu akademi sekretaris di kota Jzweqfd. Saya menjabat sebagai Kepala Personalia dan HRD serta sebagai tangan kanan Big Boss. Ada enaknya dan ada juga tidobpreaak enaknya.
Pengalaman yang ingin saya ceritakan ini terjadi pada tanggal 26 Agustus 2000, di mana saat itu sayawakgyq memberikan perintah kepada bawahan saya untuk mentransfer gaji karyawan. Saya tidak habis pikir, gaji saya tidak mxehmoasuk dalam daftar transfer. Lalu saya tanya kepada bawahaanku "Ke, Ike..kenapa nama saya tidak ada dalam daftar."
uojn"Kamu kan tahu, saya ini atasan kamu," tanya saya dengan nada meninggi.
"Maaf Pak, gaji Pak Tony ditahan sama Ibu uqacValerie (atasanku)," jawab Ike.
"Ya, sudah sana cepat transfer, nanti terlambat," saya memberikan perintah kepadanzhiofya.
Aku tidak habis pikir ada apa Ibu Valerie ini menahan gaji saya, apa saya korupsi sehingga gaji saya tidak seslwpbfcuai dengan hitungannya, atau saya ada kesalahan terhadapnya. Pertanyaan itu yang terus berputar dalam otak saya. Tifbahga jam sebelum pulang kantor, saya memberanikan diri untuk mememuinya. Tampak Bu Valerie dengan usia 37 tahun masihekbpjd terlihat kecantikan yang tersimpan hingga kini.
"Sore, Bu," saya memulai pembicaraan.
"Oh, kamu Tony, Silakan du [17tahun2.com] duk dahulu," ucap bos saya.
"I..ya, Bu," tergagap-gagap saya menjawabnya.
"Tunggu sebentar, yah, Saya mau membere [17tahun2.com] skan urusan ini dahulu," kata bos saya.
Saya duduk dengan manis, tiba-tiba saya menatap belahan dadanya yang tidsptnyak terkancing dengan baik. Ternyata bos saya mempunyai payudara yang masih seperti anak umur belasan tahun. Padahal [17tahun2.com] setahu saya bos saya itu mempunyai seorang anak perempuan yang bernama Lady, yang sekarang sudah duduk di SMU. Mat [17tahun2.com] a saya terpaku pada belahan dada bos saya sehingga tanpa saya sadari batang kemaluan saya telah menegang. Tiba-tibajzrf bos saya berkata dengan nada yang tinggi.
"Pak Tony, kalau kamu ingin gaji kamu bulan ini, tolong kamu ke rumah siafvaya malam ini," kata bos saya dengan nada tinggi.
"Pokoknya saya tidak mau tahu, Pak Tony harus ada di rumah saya vaugjam 8 malam ini," perintah bos saya dengan tegas.
"I..ya, Bu Valerie," jawab saya terbata-bata.
Sekarang jam 6 nrxwmesore, saya telah sampai di kontrakan, tetapi saya masih bertanya-tanya dalam hati. "Ada apa diantara saya dengan bouhlcgis saya".
Sambil menunggu waktu untuk berangkat saya meminum secangkir kopi hangat yang dibuatkan oleh pembantu.
"cpvdlPak, saya pulang dulu," pinta pembantu saya.
"Oh, iya.. iya," jawab saya sedikit kaget. Karena pikiran saya tertujenjqfu pada bos saya.
Setelah pembantu saya pulang, saya berangkat ke tempat kediaman bos saya. Tempat kediaman bos saywvryzsa termasuk dalam wilayah elit.
"Kring..kring..kring," bunyi bell pagar, yang saya pencet.
"Kring.., kring.. krivfking," untuk kedua kalinya saya pencet bell.
"Siapa?" Tanya wanita muda, yang wajahnya mirip sekali dengan bos saya.wpliq
"Saya, Pak Tony, pegawai Bu Valerie," jawab saya sambil menutupi kekagumanku terhadap wajahnya.
"Oh.. ibu ada di [17tahun2.com] dalam, lagi menunggu bapak," jawab wanita tersebut.
"silakan masuk, pak," kata wanita tersebut.
"Terima kasih, Dyjwtduik," jawab saya.
"Ngomong-ngomong, adik ini siapa?" Tanya saya.
"Oh..saya adalah anak Bu Valerie," jawabnya.
"Ohnegit..Lady, yang waktu itu ikut ke kantor dengan Ibu," jawab saya.
"Iya..iya," jawabnya.
"Kamu sudah besar yah," katagtcenv saya.
"Iya..iya," jawabnya.
Setibanya di dalam rumah saya diminta langsung menunggu di ruang kerjanya Bu Valermuqtie. Sambil menunggu saya melihat-lihat seluruh ruang kerja bos saya. Di sana terpampang foto keluarga dan foto bos rsvyosaya. Terlihat cantik sekali bos saya di foto.
"Mau minum apa, Ton?" Tanya bos saya tiba-tiba.
"A..pa sa..ja Bu,"czriwp jawab saya tergagap-gagap karena kaget.
"Begini Ton, Ibu meminta kamu ke sini untuk mengerjakan suatu kerjaan," b [17tahun2.com] os saya menjelaskan kepada saya.
"Kerjaan apa itu bu?" Tanya saya.
"Kamu harus mau untuk.." Jawab bos saya denganipno tidak menyelesaikannya.
"Untuk apa bu?" Tanya saya lagi.
"Kamu harus mau untuk melayani saya," jawabnya dengan s [17tahun2.com] edikit mendesah.
"Saya tidak mau..tidak mau," jawab saya.
"Kalau kamu tidak mau juga tidak apa-apa, tapi kamu hardegkus mau memikul akibatnya," ancam bos saya.
"Apa akibatnya?" Tanya saya.
"Kamu dapat saya pecat atau.."
Tanpa dibrlxwverikan waktu untuk berpikir, bos saya menarik gaun malamnya hingga robek dan berkata, "Tolong-tolong, saya mau dipewlbegrkosa..tolong-tolong, saya mau diperkosa," teriaknya.
Tanpa pikir panjang lagi aku berkata "Oke..oke, saya mau, tegixbvtapi dengan satu syarat," kataku.
"Apa syaratmu?" Tanya bos saya.
"Tolong, aku dikawinkan dengan anakmu," jelas shwjaoxaya.
"Tidak..tidak bisa," jawabnya.
"Kalau tidak bisa, yah nggak apa-apa, saya tahu ibu mau mengelabui saya, ruanwejfngan ini kedap suara." Jelas saya.
"Walaupun ibu teriak-teriak tidak akan ada yang dengar, bukan begitu bu?"
"Ya.. [17tahun2.com] ya kamu benar, tapi syaratmu itu terlalu besar," sejenak ia berpikir.
"Oke..oke saya setuju dengan syaratmu, tapi [17tahun2.com] saya mempunyai syarat lagi," katanya.
"Apa syaratnya?" Tanya saya.
"Kamu harus mau melakukan apa saja dalam berhugxlikybungan seks dengan saya," pinta bos saya.
"Apa saja?" tanyaku keheranan.
"Ya..ya, apa saja," jawab bos saya.
Sejworfenak saya berpikir "Oke ..oke, sebelumnya mana gaji saya dan mana bukti Ibu menyerahkan anak Ibu?"
"Oke..oke, ini dwfrbgajimu dan anak saya nanti saya serahkan kepadamu, setelah kita bermain seks." Jawabnya.
"Oke..oke, silakan ibu meyoltwqmakai saya." Jawab saya.
Tanpa diminta untuk kedua kalinya bos saya langsung membawa saya ke kamar yang khusus. gulrwsKamar tersebut beraroma khusus, sehingga menimbulkan gairah seks bagi siapa saja yang ke kamar tersebut. Saya diminmfgajta tidur dalam posisi kaki terbuka dan tangan merentang ke samping. Saya ditelanjangi dengan cepat oleh bos saya. Luvrialu kaki saya diikat dengan tempat tidur dan tangan sayapun diikat juga.
"Bu..bu, mau diapain saya..?"
"Jangan ri [17tahun2.com] but! Kamu sudah setuju dengan syarat-syaratnya, kan?"
Setelah berkata itu, bos saya mengulum batang kemaluan saya [17tahun2.com] dengan kasarnya.
"Owww.., owww.., sak.. kit, Bu," tampaknya Bos saya tidak peduli lagi. Batang kemaluan saya digeshvgibsek-gesek ke giginya hingga saya merasakan perihnya.
"Bu.. bu.. per.. rih.. owww.. owww.. pel.. lan.. pel.. an, Bu,zcre".
Tiba-tiba tangan bos saya menutup mulut saya dengan saputangannya.
"Ohm.. ohm.. ohm.." saya menggeliat kesanivcxa-kemari.
Tampaknya bos saya itu mengalami kelainan seksual sehingga saya disiksa begini. Batang kemaluan sayapun swbqtidak dapat berdiri dengan gagah. Bos saya membiarkannya batang kemaluan saya berada dalam mulutnya. Tiba-tiba muluieptt saya disumpal dengan batang kemaluan dari karet sintetis.
"Mhm.. mhm.. mhm," dan bos saya pun mulai menjilati ba [17tahun2.com] tang kemaluan dari karet sintetis itu, sementara batang kemaluan saya digosok-gosokan ke lubang kemaluannya sehinggelvdua batang kemaluan sayapun mulai berdiri tegak.
"Owhm.. owhm.. owhm," bos saya mengulum batang kemaluan dari karet [17tahun2.com] sintetis yang berdiri tegak di mulut saya.
Posisi tubuh berputar dan wajah bos saya di depan wajah saya, lalu mencvarbdyabut batang kemaluan dari karet sintetis itu dalam mulut saya dan mulut saya lalu diciumi bertubi-tubi.
Sementar [17tahun2.com] a tangannya memegang batang kemaluan dari karet sintetis itu ke arah pantat saya, terasa ada sesuatu yang mau masuktechjk ke dalam anus saya. Saya menggeliat sebisa-bisanya, tetapi saya tidak dapat melepaskan siksaan ini. Akhirnya batannifyltg kemaluan dari karet sintetis itu masuk sedikit ke dalam anus saya.
"Owww..owww..mh..mh..mh," saya kesakitan sambhxazril meronta. Setelah batang kemaluan dari karet sintetis itu masuk tiga perempat ke dalam anus saya, bos saya ganti mfnklposisi, ingin mempertemukan lubang kemaluan dan lubang anusnya dengan batang kemaluan saya dan batang kemaluan darinmxf karet sintetis itu. Sementara saya mengeluarkan air mata, saya merasakan adanya sedikit nafsu dalam diri saya dan mhfsqwperihnya anus saya ditembus oleh batang kemaluan dari karet sintetis bos saya dan mulut saya disumpal lagi oleh sapalmsdutangannya. Batang kemaluan saya tidak berdiri penuh lagi maka dengan kedua tangan bos saya, mengocok batang kemaludevuan saya dan memberikan sedikit ludah dari mulutnya ke pangkal serta kepala batang kemaluan saya.
Saya merasakan yriehbatang kemaluan sayapun lama-lama tegang lagi dan selanjutnya bos saya mencoba memasukkan batang kemaluan saya ke djcshalam lubang kemaluannya.
"Slep..slep..slep," setelah didorong tiga kali batang kemaluan sayapun masuk seperempat kymrbte lubang kemaluannya, tiba-tiba batang kemaluan dari karet sintetis yang ada di dalam anus saya dibengkokkan sedikiwydlkt untuk mengarah ke anus bos saya. Bos saya mencoba untuk memasukannya dan berhasil memasukan setengah batang kemalltnakuan dari karet sintetis ke dalam anusnya.
"Owhm.., owhm.., owhm.., owhm," bos saya mulai menggoyangkan pinggulnya,sqrvxy sementara aku masih merasakan perih di sekitar anus dan batang kemaluan saya yang terbenam dalam lubang kemaluannywpmyja.
"Oehm.. oehm.. oehm.." saya merasakan desakan nafsu lebih besar dari pada rasa perih saya di anus.
Saya goyangeitdkan pinggangku ke kanan dan ke kiri, "Owww.. ow.. ow.. ter..us, ter..us.. Ton..ny, ter..us.. ach.. ach.. ach," reakzqhapsi yang sangat gila dari bos saya.
Ia menekan setelah ia menaikkan sedikit pinggulnya.
"Ach.. ach.. ach.. Ton.. Sltwgiay.. say..a tid..dak.. ku..at la..gi," bersamaan dengan itu saya merasakan sperma saya muncrat di dalam lubang kemaykagjluan bos saya, "Ow.. owh.. owhm.. say..ya kel..lua..rr.. bu,"
"Tidak apa-apa Ton."
Setelah bos saya sampai puncqrjnbak, kain yang menyumpal mulut saya dibuka. Tubuh lemas bos saya terkulai di samping saya.
"Bu.. tolong-tolong, saknlwkit sekali anus saya, bu," dan bos saya membuka ikatan saya.
Sayapun tidak dapat bergerak karena anus saya perih daxyfhinn sakit.
"Ow.. Tony sayang kasihan kamu," bos saya berkata sambil menjilati batang kemaluan saya dan anus saya dendwgqekgan lidahnya.
Rasa perih dan sakit lama-lama hilang, dan saya memberanikan diri untuk duduk di kasurnya tetapi masswaigih ada sedikit rasa yang mengganjal di anus saya. Sementara bos saya tergolek di tempat tidur kehabisan tenaga.
"Tzvpdon.. besok senin.. kamu saya kasih cuti satu hari, dan saya kasih kunci rumah ini, biar kamu mengambil syaratmu, kadpjfxwrena anakku pulangnya jam 12 siang, mainlah sepuasmu yah," kata bos saya.
"Itu ambil kuncinya di meja kerja, tapi wqxjisatu saja yah."
Sayapun mengambil kunci rumah tersebut dan saya simpan, saya berpikir besok hari minggu dan hari spxiowenin masih lusa. Saya ingin memberikan kejutan seperti ini pada bos saya, tetapi saya yang memulai. Saya pulang deninyagan uang gaji, kunci dan rasa perih di anus saya, sayapun berjalan seperti orang yang baru disunat.
Sampai di ru [17tahun2.com] mah saya merebahkan diri dan tertidur sampai pulas. Keesokan harinya saya bangun pagi-pagi dan saya masih merasakanxzojnb sedikit perih di dalam anus saya bila saya buang hajat. Saya mandi dan siap-siap untuk membuat kejutan di rumah bourvdmws saya. Di perjalanan saya melihat terong unggu yang bentuknya lurus tidak bengkok-bengkok dan bulatnya rapi. Saya ewiybeli dua terong itu seharga Rp. 500,- dan saya sampai ke rumah bos saya. Dengan diam-diam saya masuk ke rumah bos sxzkbpjaya karena saya diberi kunci luar dan kunci dalam. Saya berjalan perlahan-lahan menuju kamar bos saya. Setibanya diehwvb depan kamar saya coba untuk membuka, dan memang tidak dikunci. Saya masuk perlahan-lahan dengan detak jantung yangrthoz semakin cepat. Saya melihat bos saya tidur dengan gaun malam dan tampak sekali belahan lubang kemaluannya karena p [17tahun2.com] akaiannya tersingkap oleh tangannya sendiri. Saya diam-diam dan hati-hati, karena anus saya masih perih-perih sedikkerahxit. Saya tarik sedikit celana dalamnya dan saya ambil gunting yang ada di meja. Saya tarik sedikit dan saya guntingeciha celana dalamnya. Saya tarik perlahan-lahan dan saya buang CD-nya ke tempat sampah yang ada di kamar bos saya. Sayablkqv ikat kedua-tangan bos saya ke tempat tidur dan saya mulai memasukan terong tersebut ke anus bos saya tanpa diolesi [17tahun2.com] lotion dan terong itu susah sekali masuk ke dalam anus bos saya, lalu saya ludahi terong itu dan perlahan-lahan muynujsilai masuk sedikit demi sedikit dan bos saya bangun dari tidurnya membalikan tubuhnya.
"Sh..sh, Ton apa yang kau hrywlakukan?" sambil bergerak dan terong itu tertindih oleh pantat bos saya.
"Saya mau membalas perlakuan boss."
Makavdgk tanpa diberi aba-aba lagi saya tekan terong yang masuk ke dalam anus bos saya dan terong yang kedua saya masukkan rnxgfike dalam lubang kemaluannya. Setelah kedua terong itu masuk ke sasaran masing-masing saya membenarkan ikatan-katan.otwrv
"Ugh.. ugh.. ugh.." Hanya terdengar dari mulutnya yang saya ikat dengan serbet dapur dan terlihat matanya mengelulpmvysarkan air mata.
Saya tinggalkan bos saya dan saya menuju ke kamar Lady. Di dalam kamar Lady yang tidak terkunci zkgausaya perlahan-lahan masuk. Setibanya di dalam saya lihat Lady yang begitu cantik, kulitnya putih dan menggunakan baokizbju tidur dengan kain yang sangat tipis. Perlahan-lahan saya singkapkan baju tidurnya, dan jantung saya mulai berdethwlxpak cepat sekali. Dalam pikiran saya, saya akan mendapatkan keperawanan perempuan secantik dan seanggun Diana Pungkykwxvs. Perlahan-lahan saya tarik CD-nya sehingga pas untuk gunting merobek CD-nya. Saya melihat belahan kemaluan yang sapjimnwngat terawat serta bulu-bulu yang terawat, perlahan-lahan saya dekati hidung saya ke arah kemaluannya yang terhimpi [17tahun2.com] t oleh kedua pahanya. Saya menghirup bau harum dari kemaluannya, saya beranikan tangan saya mengelus bukit yang berketfhvada di hadapan saya. Lalu karena kemaluan saya sudah tegang, saya buka celana dan CD saya sehingga kemaluan saya sexmwicperti pisau tegak lurus ke depan.
Saya mencoba untuk bermain belakang, tidak masuk-masuk lalu saya meludah ke taqnwuplngan dan saya olesi perlahan-lahan bukit kemaluannya dengan ludah. Sekali dua kali tidak berhasil dan Lady merubah hmatposisi tidurnya dengan telungkup dan memeluk guling sehingga kemaluannya terlihat merekah dihiasi dengan lambaian-lpfgqambaian rambut yang rapi. Untuk ketiga kalinya saya mencoba, dan saya berhasil memasukkan kepala kemaluan saya ke dcxwblialam liang lubang kemaluannya.
"Siapa sih yang mainin memek lady," ujarnya sambil dengan tidak bergeming.
"Uhg.. hmkegcuhg.. st.. sts.. sakit.. sakits..sakits."
Seraya kemaluan saya masuk seluruhnya dan Lady terdorong dalam posisi temodzingkurap dan kemaluan saya masuk seluruhnya ke dalam lubang kemaluannya.
"Aduh.. aduh.. mama.. sts.. sakits.. sakitxithebs."
Memang kepala lady saya pegang agar tidak melihat siapa yang berbuat. Setelah lima menit saya genjot, Lady muljmgvuai melemas dan saya melihat adanya cairan putih bercampur dengan darah keluar dari dalam liang lubang kemaluannya.
[17tahun2.com]
Inilah pembalasan yang setimpal dari saya atas pemerkosaan yang dilakukan oleh ibumu dalam hati saya. Setelah se [17tahun2.com] puluh menit saya merasakan ada sesuatu yang akan keluar dari kemaluan saya dan saya tekan kuat sekali.
"Sts.. sts. [17tahun2.com] . Lad..dy, saya ak..akan menjaa..di suami mu..u!"
Setelah berkata itu maka, "Crots.. crots.. crots," sperma saya mxrblodenghujani liang kemaluannya sehingga terlihat banjir.
Setelah bermain dengan Lady, terlihat Lady lemas dan lunglsrdzvpai, maka saya diamkan saja posisinya dan saya keluar kamar melihat ibunya alias bos saya. Lalu saya buka sumpalan mtajculutnya, "Hsm.. hsm.. Toon, sassya min..ta maa..af att..as per..buat..tan say..ya, kemarinn. Say..ya mer..rasakan sqngltkits..nya."
"Saya juga meminta maaf bu, tapi sebelumnya tolong ibu tandatangani surat perjanjian ini yang telah di [17tahun2.com] setujui bersama."
"O.. boll..eh sin..ni."
Bos saya beranjak dari ranjangnya dengan hati-hati karena masih merasakpzcnean perih di anus dan di liang kemaluannya. Tanpa disadari bahwa perjanjian itu telah saya ganti isinya, bahwa semuahwycnf kekayaan bos saya akan beralih kepada saya setelah ia menjadi istri pertama saya dan lady menjadi istri kedua saya [17tahun2.com] . Sekali mendayung dua tiga pulau kulampaui, tidak ada masalah ibunya janda, yang penting anaknya dan hartanya.
qjnzSetelah peristiwa itu berlalu satu bulan, saya memberikan copy dari perjanjian itu dan saya mendapat kabar bahwa Ladrwhdy tidak melaporkan kepada siapa saja bahwa ia telah diperkosa.
"Ton.. ton, dipanggil boss tuh," ujar skretaris boqgkplys saya.
"Siang bu."
"silakan duduk Ton."
"Ton, kok perjanjiannya seperti ini?"
"Beda dengan yang Ibu maksud?"
xhlium"Ah, ibu lupa kali"
"Berarti kamu punya istri dua orang, saya dan anak saya? Iya Ton?"
"Benar bu."
"Saya tidak mrquyau."
"Ibu tidak mau, maka saya akan katakan bahwa Lady telah diperkosa oleh preman"
"Ti..dak."
"Yah kalo ibu tidxsafak mau saya beberkan kelakuan ibu dengan saya di kantor polisi."
"Kamu ancam saya? Ok kalo begitu, saya istri di bdapyiawah tangan dan anak saya istri yang sah."
"Hari ini kita menikah di bawah tangan dan kamu tidak boleh serumah den [17tahun2.com] gan saya sampai kamu menikah dengan anak saya."
Begitulah ceritanya pengalaman saya, dan sampai saat ini saya texudiolah mempunyai 2 orang anak berumur 3 tahun dan 8 bulan dari Lady dan dari bos saya saya mempunyai anak berumur 5 tardokhun.kshqj Tamat
Di perusahaan di mana saya bekerja mayoritas wanita, pemilik perusahaan intjxed adalah wanita keturunan Japang (Jawa dengan Jepang), karena kepandaian saya dan kepintaran saya maka saya menjadi dvbltangan kanannya walaupun ia sudah mempunyai sekretaris yang cantik, lulusan salah satu akademi sekretaris di kota Jzweqfd. Saya menjabat sebagai Kepala Personalia dan HRD serta sebagai tangan kanan Big Boss. Ada enaknya dan ada juga tidobpreaak enaknya.
Pengalaman yang ingin saya ceritakan ini terjadi pada tanggal 26 Agustus 2000, di mana saat itu sayawakgyq memberikan perintah kepada bawahan saya untuk mentransfer gaji karyawan. Saya tidak habis pikir, gaji saya tidak mxehmoasuk dalam daftar transfer. Lalu saya tanya kepada bawahaanku "Ke, Ike..kenapa nama saya tidak ada dalam daftar."
uojn"Kamu kan tahu, saya ini atasan kamu," tanya saya dengan nada meninggi.
"Maaf Pak, gaji Pak Tony ditahan sama Ibu uqacValerie (atasanku)," jawab Ike.
"Ya, sudah sana cepat transfer, nanti terlambat," saya memberikan perintah kepadanzhiofya.
Aku tidak habis pikir ada apa Ibu Valerie ini menahan gaji saya, apa saya korupsi sehingga gaji saya tidak seslwpbfcuai dengan hitungannya, atau saya ada kesalahan terhadapnya. Pertanyaan itu yang terus berputar dalam otak saya. Tifbahga jam sebelum pulang kantor, saya memberanikan diri untuk mememuinya. Tampak Bu Valerie dengan usia 37 tahun masihekbpjd terlihat kecantikan yang tersimpan hingga kini.
"Sore, Bu," saya memulai pembicaraan.
"Oh, kamu Tony, Silakan du [17tahun2.com] duk dahulu," ucap bos saya.
"I..ya, Bu," tergagap-gagap saya menjawabnya.
"Tunggu sebentar, yah, Saya mau membere [17tahun2.com] skan urusan ini dahulu," kata bos saya.
Saya duduk dengan manis, tiba-tiba saya menatap belahan dadanya yang tidsptnyak terkancing dengan baik. Ternyata bos saya mempunyai payudara yang masih seperti anak umur belasan tahun. Padahal [17tahun2.com] setahu saya bos saya itu mempunyai seorang anak perempuan yang bernama Lady, yang sekarang sudah duduk di SMU. Mat [17tahun2.com] a saya terpaku pada belahan dada bos saya sehingga tanpa saya sadari batang kemaluan saya telah menegang. Tiba-tibajzrf bos saya berkata dengan nada yang tinggi.
"Pak Tony, kalau kamu ingin gaji kamu bulan ini, tolong kamu ke rumah siafvaya malam ini," kata bos saya dengan nada tinggi.
"Pokoknya saya tidak mau tahu, Pak Tony harus ada di rumah saya vaugjam 8 malam ini," perintah bos saya dengan tegas.
"I..ya, Bu Valerie," jawab saya terbata-bata.
Sekarang jam 6 nrxwmesore, saya telah sampai di kontrakan, tetapi saya masih bertanya-tanya dalam hati. "Ada apa diantara saya dengan bouhlcgis saya".
Sambil menunggu waktu untuk berangkat saya meminum secangkir kopi hangat yang dibuatkan oleh pembantu.
"cpvdlPak, saya pulang dulu," pinta pembantu saya.
"Oh, iya.. iya," jawab saya sedikit kaget. Karena pikiran saya tertujenjqfu pada bos saya.
Setelah pembantu saya pulang, saya berangkat ke tempat kediaman bos saya. Tempat kediaman bos saywvryzsa termasuk dalam wilayah elit.
"Kring..kring..kring," bunyi bell pagar, yang saya pencet.
"Kring.., kring.. krivfking," untuk kedua kalinya saya pencet bell.
"Siapa?" Tanya wanita muda, yang wajahnya mirip sekali dengan bos saya.wpliq
"Saya, Pak Tony, pegawai Bu Valerie," jawab saya sambil menutupi kekagumanku terhadap wajahnya.
"Oh.. ibu ada di [17tahun2.com] dalam, lagi menunggu bapak," jawab wanita tersebut.
"silakan masuk, pak," kata wanita tersebut.
"Terima kasih, Dyjwtduik," jawab saya.
"Ngomong-ngomong, adik ini siapa?" Tanya saya.
"Oh..saya adalah anak Bu Valerie," jawabnya.
"Ohnegit..Lady, yang waktu itu ikut ke kantor dengan Ibu," jawab saya.
"Iya..iya," jawabnya.
"Kamu sudah besar yah," katagtcenv saya.
"Iya..iya," jawabnya.
Setibanya di dalam rumah saya diminta langsung menunggu di ruang kerjanya Bu Valermuqtie. Sambil menunggu saya melihat-lihat seluruh ruang kerja bos saya. Di sana terpampang foto keluarga dan foto bos rsvyosaya. Terlihat cantik sekali bos saya di foto.
"Mau minum apa, Ton?" Tanya bos saya tiba-tiba.
"A..pa sa..ja Bu,"czriwp jawab saya tergagap-gagap karena kaget.
"Begini Ton, Ibu meminta kamu ke sini untuk mengerjakan suatu kerjaan," b [17tahun2.com] os saya menjelaskan kepada saya.
"Kerjaan apa itu bu?" Tanya saya.
"Kamu harus mau untuk.." Jawab bos saya denganipno tidak menyelesaikannya.
"Untuk apa bu?" Tanya saya lagi.
"Kamu harus mau untuk melayani saya," jawabnya dengan s [17tahun2.com] edikit mendesah.
"Saya tidak mau..tidak mau," jawab saya.
"Kalau kamu tidak mau juga tidak apa-apa, tapi kamu hardegkus mau memikul akibatnya," ancam bos saya.
"Apa akibatnya?" Tanya saya.
"Kamu dapat saya pecat atau.."
Tanpa dibrlxwverikan waktu untuk berpikir, bos saya menarik gaun malamnya hingga robek dan berkata, "Tolong-tolong, saya mau dipewlbegrkosa..tolong-tolong, saya mau diperkosa," teriaknya.
Tanpa pikir panjang lagi aku berkata "Oke..oke, saya mau, tegixbvtapi dengan satu syarat," kataku.
"Apa syaratmu?" Tanya bos saya.
"Tolong, aku dikawinkan dengan anakmu," jelas shwjaoxaya.
"Tidak..tidak bisa," jawabnya.
"Kalau tidak bisa, yah nggak apa-apa, saya tahu ibu mau mengelabui saya, ruanwejfngan ini kedap suara." Jelas saya.
"Walaupun ibu teriak-teriak tidak akan ada yang dengar, bukan begitu bu?"
"Ya.. [17tahun2.com] ya kamu benar, tapi syaratmu itu terlalu besar," sejenak ia berpikir.
"Oke..oke saya setuju dengan syaratmu, tapi [17tahun2.com] saya mempunyai syarat lagi," katanya.
"Apa syaratnya?" Tanya saya.
"Kamu harus mau melakukan apa saja dalam berhugxlikybungan seks dengan saya," pinta bos saya.
"Apa saja?" tanyaku keheranan.
"Ya..ya, apa saja," jawab bos saya.
Sejworfenak saya berpikir "Oke ..oke, sebelumnya mana gaji saya dan mana bukti Ibu menyerahkan anak Ibu?"
"Oke..oke, ini dwfrbgajimu dan anak saya nanti saya serahkan kepadamu, setelah kita bermain seks." Jawabnya.
"Oke..oke, silakan ibu meyoltwqmakai saya." Jawab saya.
Tanpa diminta untuk kedua kalinya bos saya langsung membawa saya ke kamar yang khusus. gulrwsKamar tersebut beraroma khusus, sehingga menimbulkan gairah seks bagi siapa saja yang ke kamar tersebut. Saya diminmfgajta tidur dalam posisi kaki terbuka dan tangan merentang ke samping. Saya ditelanjangi dengan cepat oleh bos saya. Luvrialu kaki saya diikat dengan tempat tidur dan tangan sayapun diikat juga.
"Bu..bu, mau diapain saya..?"
"Jangan ri [17tahun2.com] but! Kamu sudah setuju dengan syarat-syaratnya, kan?"
Setelah berkata itu, bos saya mengulum batang kemaluan saya [17tahun2.com] dengan kasarnya.
"Owww.., owww.., sak.. kit, Bu," tampaknya Bos saya tidak peduli lagi. Batang kemaluan saya digeshvgibsek-gesek ke giginya hingga saya merasakan perihnya.
"Bu.. bu.. per.. rih.. owww.. owww.. pel.. lan.. pel.. an, Bu,zcre".
Tiba-tiba tangan bos saya menutup mulut saya dengan saputangannya.
"Ohm.. ohm.. ohm.." saya menggeliat kesanivcxa-kemari.
Tampaknya bos saya itu mengalami kelainan seksual sehingga saya disiksa begini. Batang kemaluan sayapun swbqtidak dapat berdiri dengan gagah. Bos saya membiarkannya batang kemaluan saya berada dalam mulutnya. Tiba-tiba muluieptt saya disumpal dengan batang kemaluan dari karet sintetis.
"Mhm.. mhm.. mhm," dan bos saya pun mulai menjilati ba [17tahun2.com] tang kemaluan dari karet sintetis itu, sementara batang kemaluan saya digosok-gosokan ke lubang kemaluannya sehinggelvdua batang kemaluan sayapun mulai berdiri tegak.
"Owhm.. owhm.. owhm," bos saya mengulum batang kemaluan dari karet [17tahun2.com] sintetis yang berdiri tegak di mulut saya.
Posisi tubuh berputar dan wajah bos saya di depan wajah saya, lalu mencvarbdyabut batang kemaluan dari karet sintetis itu dalam mulut saya dan mulut saya lalu diciumi bertubi-tubi.
Sementar [17tahun2.com] a tangannya memegang batang kemaluan dari karet sintetis itu ke arah pantat saya, terasa ada sesuatu yang mau masuktechjk ke dalam anus saya. Saya menggeliat sebisa-bisanya, tetapi saya tidak dapat melepaskan siksaan ini. Akhirnya batannifyltg kemaluan dari karet sintetis itu masuk sedikit ke dalam anus saya.
"Owww..owww..mh..mh..mh," saya kesakitan sambhxazril meronta. Setelah batang kemaluan dari karet sintetis itu masuk tiga perempat ke dalam anus saya, bos saya ganti mfnklposisi, ingin mempertemukan lubang kemaluan dan lubang anusnya dengan batang kemaluan saya dan batang kemaluan darinmxf karet sintetis itu. Sementara saya mengeluarkan air mata, saya merasakan adanya sedikit nafsu dalam diri saya dan mhfsqwperihnya anus saya ditembus oleh batang kemaluan dari karet sintetis bos saya dan mulut saya disumpal lagi oleh sapalmsdutangannya. Batang kemaluan saya tidak berdiri penuh lagi maka dengan kedua tangan bos saya, mengocok batang kemaludevuan saya dan memberikan sedikit ludah dari mulutnya ke pangkal serta kepala batang kemaluan saya.
Saya merasakan yriehbatang kemaluan sayapun lama-lama tegang lagi dan selanjutnya bos saya mencoba memasukkan batang kemaluan saya ke djcshalam lubang kemaluannya.
"Slep..slep..slep," setelah didorong tiga kali batang kemaluan sayapun masuk seperempat kymrbte lubang kemaluannya, tiba-tiba batang kemaluan dari karet sintetis yang ada di dalam anus saya dibengkokkan sedikiwydlkt untuk mengarah ke anus bos saya. Bos saya mencoba untuk memasukannya dan berhasil memasukan setengah batang kemalltnakuan dari karet sintetis ke dalam anusnya.
"Owhm.., owhm.., owhm.., owhm," bos saya mulai menggoyangkan pinggulnya,sqrvxy sementara aku masih merasakan perih di sekitar anus dan batang kemaluan saya yang terbenam dalam lubang kemaluannywpmyja.
"Oehm.. oehm.. oehm.." saya merasakan desakan nafsu lebih besar dari pada rasa perih saya di anus.
Saya goyangeitdkan pinggangku ke kanan dan ke kiri, "Owww.. ow.. ow.. ter..us, ter..us.. Ton..ny, ter..us.. ach.. ach.. ach," reakzqhapsi yang sangat gila dari bos saya.
Ia menekan setelah ia menaikkan sedikit pinggulnya.
"Ach.. ach.. ach.. Ton.. Sltwgiay.. say..a tid..dak.. ku..at la..gi," bersamaan dengan itu saya merasakan sperma saya muncrat di dalam lubang kemaykagjluan bos saya, "Ow.. owh.. owhm.. say..ya kel..lua..rr.. bu,"
"Tidak apa-apa Ton."
Setelah bos saya sampai puncqrjnbak, kain yang menyumpal mulut saya dibuka. Tubuh lemas bos saya terkulai di samping saya.
"Bu.. tolong-tolong, saknlwkit sekali anus saya, bu," dan bos saya membuka ikatan saya.
Sayapun tidak dapat bergerak karena anus saya perih daxyfhinn sakit.
"Ow.. Tony sayang kasihan kamu," bos saya berkata sambil menjilati batang kemaluan saya dan anus saya dendwgqekgan lidahnya.
Rasa perih dan sakit lama-lama hilang, dan saya memberanikan diri untuk duduk di kasurnya tetapi masswaigih ada sedikit rasa yang mengganjal di anus saya. Sementara bos saya tergolek di tempat tidur kehabisan tenaga.
"Tzvpdon.. besok senin.. kamu saya kasih cuti satu hari, dan saya kasih kunci rumah ini, biar kamu mengambil syaratmu, kadpjfxwrena anakku pulangnya jam 12 siang, mainlah sepuasmu yah," kata bos saya.
"Itu ambil kuncinya di meja kerja, tapi wqxjisatu saja yah."
Sayapun mengambil kunci rumah tersebut dan saya simpan, saya berpikir besok hari minggu dan hari spxiowenin masih lusa. Saya ingin memberikan kejutan seperti ini pada bos saya, tetapi saya yang memulai. Saya pulang deninyagan uang gaji, kunci dan rasa perih di anus saya, sayapun berjalan seperti orang yang baru disunat.
Sampai di ru [17tahun2.com] mah saya merebahkan diri dan tertidur sampai pulas. Keesokan harinya saya bangun pagi-pagi dan saya masih merasakanxzojnb sedikit perih di dalam anus saya bila saya buang hajat. Saya mandi dan siap-siap untuk membuat kejutan di rumah bourvdmws saya. Di perjalanan saya melihat terong unggu yang bentuknya lurus tidak bengkok-bengkok dan bulatnya rapi. Saya ewiybeli dua terong itu seharga Rp. 500,- dan saya sampai ke rumah bos saya. Dengan diam-diam saya masuk ke rumah bos sxzkbpjaya karena saya diberi kunci luar dan kunci dalam. Saya berjalan perlahan-lahan menuju kamar bos saya. Setibanya diehwvb depan kamar saya coba untuk membuka, dan memang tidak dikunci. Saya masuk perlahan-lahan dengan detak jantung yangrthoz semakin cepat. Saya melihat bos saya tidur dengan gaun malam dan tampak sekali belahan lubang kemaluannya karena p [17tahun2.com] akaiannya tersingkap oleh tangannya sendiri. Saya diam-diam dan hati-hati, karena anus saya masih perih-perih sedikkerahxit. Saya tarik sedikit celana dalamnya dan saya ambil gunting yang ada di meja. Saya tarik sedikit dan saya guntingeciha celana dalamnya. Saya tarik perlahan-lahan dan saya buang CD-nya ke tempat sampah yang ada di kamar bos saya. Sayablkqv ikat kedua-tangan bos saya ke tempat tidur dan saya mulai memasukan terong tersebut ke anus bos saya tanpa diolesi [17tahun2.com] lotion dan terong itu susah sekali masuk ke dalam anus bos saya, lalu saya ludahi terong itu dan perlahan-lahan muynujsilai masuk sedikit demi sedikit dan bos saya bangun dari tidurnya membalikan tubuhnya.
"Sh..sh, Ton apa yang kau hrywlakukan?" sambil bergerak dan terong itu tertindih oleh pantat bos saya.
"Saya mau membalas perlakuan boss."
Makavdgk tanpa diberi aba-aba lagi saya tekan terong yang masuk ke dalam anus bos saya dan terong yang kedua saya masukkan rnxgfike dalam lubang kemaluannya. Setelah kedua terong itu masuk ke sasaran masing-masing saya membenarkan ikatan-katan.otwrv
"Ugh.. ugh.. ugh.." Hanya terdengar dari mulutnya yang saya ikat dengan serbet dapur dan terlihat matanya mengelulpmvysarkan air mata.
Saya tinggalkan bos saya dan saya menuju ke kamar Lady. Di dalam kamar Lady yang tidak terkunci zkgausaya perlahan-lahan masuk. Setibanya di dalam saya lihat Lady yang begitu cantik, kulitnya putih dan menggunakan baokizbju tidur dengan kain yang sangat tipis. Perlahan-lahan saya singkapkan baju tidurnya, dan jantung saya mulai berdethwlxpak cepat sekali. Dalam pikiran saya, saya akan mendapatkan keperawanan perempuan secantik dan seanggun Diana Pungkykwxvs. Perlahan-lahan saya tarik CD-nya sehingga pas untuk gunting merobek CD-nya. Saya melihat belahan kemaluan yang sapjimnwngat terawat serta bulu-bulu yang terawat, perlahan-lahan saya dekati hidung saya ke arah kemaluannya yang terhimpi [17tahun2.com] t oleh kedua pahanya. Saya menghirup bau harum dari kemaluannya, saya beranikan tangan saya mengelus bukit yang berketfhvada di hadapan saya. Lalu karena kemaluan saya sudah tegang, saya buka celana dan CD saya sehingga kemaluan saya sexmwicperti pisau tegak lurus ke depan.
Saya mencoba untuk bermain belakang, tidak masuk-masuk lalu saya meludah ke taqnwuplngan dan saya olesi perlahan-lahan bukit kemaluannya dengan ludah. Sekali dua kali tidak berhasil dan Lady merubah hmatposisi tidurnya dengan telungkup dan memeluk guling sehingga kemaluannya terlihat merekah dihiasi dengan lambaian-lpfgqambaian rambut yang rapi. Untuk ketiga kalinya saya mencoba, dan saya berhasil memasukkan kepala kemaluan saya ke dcxwblialam liang lubang kemaluannya.
"Siapa sih yang mainin memek lady," ujarnya sambil dengan tidak bergeming.
"Uhg.. hmkegcuhg.. st.. sts.. sakit.. sakits..sakits."
Seraya kemaluan saya masuk seluruhnya dan Lady terdorong dalam posisi temodzingkurap dan kemaluan saya masuk seluruhnya ke dalam lubang kemaluannya.
"Aduh.. aduh.. mama.. sts.. sakits.. sakitxithebs."
Memang kepala lady saya pegang agar tidak melihat siapa yang berbuat. Setelah lima menit saya genjot, Lady muljmgvuai melemas dan saya melihat adanya cairan putih bercampur dengan darah keluar dari dalam liang lubang kemaluannya.
[17tahun2.com]
Inilah pembalasan yang setimpal dari saya atas pemerkosaan yang dilakukan oleh ibumu dalam hati saya. Setelah se [17tahun2.com] puluh menit saya merasakan ada sesuatu yang akan keluar dari kemaluan saya dan saya tekan kuat sekali.
"Sts.. sts. [17tahun2.com] . Lad..dy, saya ak..akan menjaa..di suami mu..u!"
Setelah berkata itu maka, "Crots.. crots.. crots," sperma saya mxrblodenghujani liang kemaluannya sehingga terlihat banjir.
Setelah bermain dengan Lady, terlihat Lady lemas dan lunglsrdzvpai, maka saya diamkan saja posisinya dan saya keluar kamar melihat ibunya alias bos saya. Lalu saya buka sumpalan mtajculutnya, "Hsm.. hsm.. Toon, sassya min..ta maa..af att..as per..buat..tan say..ya, kemarinn. Say..ya mer..rasakan sqngltkits..nya."
"Saya juga meminta maaf bu, tapi sebelumnya tolong ibu tandatangani surat perjanjian ini yang telah di [17tahun2.com] setujui bersama."
"O.. boll..eh sin..ni."
Bos saya beranjak dari ranjangnya dengan hati-hati karena masih merasakpzcnean perih di anus dan di liang kemaluannya. Tanpa disadari bahwa perjanjian itu telah saya ganti isinya, bahwa semuahwycnf kekayaan bos saya akan beralih kepada saya setelah ia menjadi istri pertama saya dan lady menjadi istri kedua saya [17tahun2.com] . Sekali mendayung dua tiga pulau kulampaui, tidak ada masalah ibunya janda, yang penting anaknya dan hartanya.
qjnzSetelah peristiwa itu berlalu satu bulan, saya memberikan copy dari perjanjian itu dan saya mendapat kabar bahwa Ladrwhdy tidak melaporkan kepada siapa saja bahwa ia telah diperkosa.
"Ton.. ton, dipanggil boss tuh," ujar skretaris boqgkplys saya.
"Siang bu."
"silakan duduk Ton."
"Ton, kok perjanjiannya seperti ini?"
"Beda dengan yang Ibu maksud?"
xhlium"Ah, ibu lupa kali"
"Berarti kamu punya istri dua orang, saya dan anak saya? Iya Ton?"
"Benar bu."
"Saya tidak mrquyau."
"Ibu tidak mau, maka saya akan katakan bahwa Lady telah diperkosa oleh preman"
"Ti..dak."
"Yah kalo ibu tidxsafak mau saya beberkan kelakuan ibu dengan saya di kantor polisi."
"Kamu ancam saya? Ok kalo begitu, saya istri di bdapyiawah tangan dan anak saya istri yang sah."
"Hari ini kita menikah di bawah tangan dan kamu tidak boleh serumah den [17tahun2.com] gan saya sampai kamu menikah dengan anak saya."
Begitulah ceritanya pengalaman saya, dan sampai saat ini saya texudiolah mempunyai 2 orang anak berumur 3 tahun dan 8 bulan dari Lady dan dari bos saya saya mempunyai anak berumur 5 tardokhun.kshqj Tamat




No comments:
Post a Comment