Sunday, March 01, 2009

Sex dengan Tetangga

Aku seorang pemuda yangbaru menginjak usia 16 tahun, dan untuk menambah uang sakuku, aku bekerja sebagai pencucu mobil tetangga.
Kendaraan kesukaanku adalah mobil tetangga Leslie.
Pertama dia memiliki kendaraan audi yang cantik dan kedua pemilik kendaraan tersebut memiliki tubuh yang sangat seksi! hahaha..

Bagiku yang masih bau kencur ini, pemilik mobil tersebut yang jauh lebih tua dariku (usia 20 tahun) tetap memiliki aura gadis muda yang erotis walaupun kini ia hidup terpisah dengan suaminya karena kasus selingkuhan sang suami dengan salah satu pegawai admin di kantor tersebut.

Aku telah menyelesaikan tugasku (mencuci mobilnya) dan segera menekan bel pintu rumahnya untuk memberitahukan bahwa tugasku telah selesai.

Aku mendengar suara dari dalam, “Masuklah”.

Aku membuka pintu dan segera masuk.
Leslie segera turun dari anak tangga dengan mengunakan handuk mandinya.
Handuk tersebut sangat kecil sehingga sedikit saja keatas maka bagian kemaluannya akan terlihat jelas.

“Ma’af”, jawabku malu melihat kondisi demikian. “Rasanya anda memperkenankan saya masuk”

“Tidak, saya tadi bilang saya akan segera datang.” Dia menjelaskan. “Tapi, sudahlah tidak apa.”

“Mobilnya telah siap.” Balasku kembali.

“Berapa, $5 nggak masalah?” Dia bertanya.

“Tidak apa.” balasku kembali.

Mbak Leslie melihat disekeliling ruang tamu dan mengambil tasnya yang berada di sofa kursi.

Ia mencoba meraih tas tersebut sambil menahan handuknya. Satu tangan menahan handuk, tangan lainnya berusaha membuka tasnya.
Karena tas tersebut agak sulit dibuka dengan satu tangan, ia berusaha dengan cepat melepaskan tangan satunya untuk membantu membuka tas tersebut. Sedangkan handuk tersebut hanya sedikit terkunci melipat.
Dia berusaha mengatur posisinya agar aman bagi handuknya…tetapi handuk itu malah slip dan mencoba melorot.
Gerakan refleksi tangannya terlambat untuk menahan handuk yang terlepas tersebut.

Aku melihat sebuah pemandangan payudara yang sangat mengasyikan dan mengagumkan!
Aku menelan air ludah.!

Setelah dibenahi kembali posisi handuk tersebut, ia mengeluarkan sejumlah uang dari tasnya dan itu cuma $3.

“Hmmm…sepertinya kurang”, gumamnya…
kemudian ia kembali membuka tasnya dan berusaha menekan handuknya dengan kedua sisi lengan tangannya.

Dlm pencarian sisa $2 tsb, handuk tersebut terlepas kembali dan kali ini ia membiarkan saja.

Oh…my….god..payudara begitu kencang, bulu vagina yang begitu halus dan rapi serta pinggul dan pantat yang sangat mengembang!
Perfect body!!!!

“Ia bergumam datar tanpa menoleh kepadaku; kupikir kamu tidak masalah dengan segitu saja?”. Dan terus fokus untuk mencari sisa uang dalam tasnya

“Tidak.” balasku.

“Baiklah, kalau begitu.Aku akan memberikan sisanya esok saja.” Ia membalas cepat.

“Bukan, bukan itu maksudku (masalah sisa uang tsb),” balasku sambil melotot memandang tubuhnya. “Saya belum pernah melihat pemandangan seperti ini sebelumnya, maksudku.”

“Benarkah?” Dia bertanya kalem.

“Ya…hanya di buku dan tv.” balasku.

“Jadi bagaimana menurutmu?” Dia bertanya sambil mendekat.

“Anda begitu cantik sekali.” kataku sedikit gemetar.

“Terima kasih.” Dia membalas sambil berada tepat sejengkal dihadapanku. Aku dapat merasakan panas dari tubuhnya.

Leslie kemudia menarik tanganku dan menempelkannya diatas payudaranya, lembut…kejal….dan celanaku menjadi tidak karuan bentuknya. AKu merasa tidak nyaman dengan posisi penis didalam celanaku.

Leslie meraih ikat pingangku dan membuka kancing jeans ku. Dan melorotkannya!

Penisku mengembang didalam celana dalamku dan mengarah kesamping.

Kemudian ia meraih penisku dari dalam celana dalamku. Saat yang kunanti telah tiba.

“Kamu sudah besar ya…”jawabnya pada penisku sambil tersenyum. “Biar aku yang mengurusmu!.” katanya nakal pada penisku sambil menyentil kemaluanku.

Aku hanya diam seribu bahasa. Ia menarikku untuk tidur dilantai.
Kemudian ia menindihku.

“Aku yakin ini tidak akan lama.” katanya mengoda sambil mengerayangi tubuhku hingga menuju batang penisku.

“Ee…” hanya itu yang bisa aku ucapkan.

Aku merasa ia mencium penisku dan kemudian ada terasa hangat pada saat penisku berada dalam mulutnya.
Tak terbayangkan rasa itu, dia berhenti sejenak dan kemudian melahap penisku sangat dalam hingga aku merasa menyenggol kerongkongannya.

Dia benar! Karena ini merupakan pengalaman pertama bagiku, aku tidak kuasa menahan semua tekanan darah dalam penisku.
Penisku mulai mengencang hebat dan rasanya dengan hisapan demikian aku sudah tidak sanggup lagi untuk mencegah spermaku keluar.

Penisku menyemprot sperma dalam mulutnya!.
Mbak Leslie tidak juga melepas lumatan penisku, ibarat bayi yang sedang menyusui…ia menghisap semua spermaku dan menjilat semua sperma yang masih membekas di penisku.

“Bagaimana rasanya…sayang?” Dia bertanya.

“Wowwww, enak sekali mbak.” balasku.

Ia kemudian berbaring disampingku. Aku berbalik dan segera menindihnya.
Aku meremas dan mengelus semua bagian tubuhnya.

Aku bergerak kearah mulutnya dan segera melumat bibir mungil itu. Kamipun saling fiting lidah.
Aku mencoba meraih bagian vagina dengan tanganku dan segera menarik dan mengesek itil dari mbak leslie.

“Kalem dong sayang.” mbak leslie segera meraih tanganku dan membimbingnya untuk mengosok bibir dan clitorisnya dengan perlahan.

KAmi terus melanjutkan ciuman kami, kemudian ia menekan kepalaku kebawah menuju arah vaginanya.
Aku tahu ia ingin aku melumat vaginanya.
Kulihat vagina itu sudah mulai basah dan aku mencoba menusuknya dengan jariku. Tetapi mbak leslie masih dalam kontrol yang baik, ia meraih tangaku untuk mengesek bagian luarnya lebih dahulu.
Kulihat itil nya turun naik merasakan birahi yang sudah mulai naik pada wanita ini.

Kemudian ia memegang jariku untuk masuk dalam vaginanya.

Jarikupun masuk sedalamnya dalam vagina mbak leslie. Tak lama kemudian kedua paha mbak leslie merapat dan menjepit jariku.

Kurasakan gerakan ‘kembang kempis dan panas’ dalam vagina tersebut.
Sepertinya vagina tersebut lagi berusaha ‘mengemut’ jariku!.

Aku hanya bisa menatap tubuh dan wajahnya yang cantik. Rambutnya yang terurai berantakkan menambah kekagumanku atas tubuh wanita ini.

“Apakah kamu berfikir ini sudah nikmat?” Dia bertanya mendadak.

“Ya.” balasku.

“Ohhh…belum sayang.” balasnya kemudian.

Dia melepaskan jariku dalam vaginanya dan mandorongku untuk tidur dilantai. Kemudian dengan cekatan ia sudah berada diatasku.
Ia meraih penisku dan mengarahkan dalam vaginanya.

Dia benar, saat penisku mulai sedikit demi sedikit memasuki vaginanya, pikiranku kosong dan menerawang entah kemana.
Hingga vagian itu menelan semuanya dan menyentuh buah zakarku….aku seperti terbang tinggi.

Kemudian ia melipatkan kakinya dan layaknya seorang joki, ia mengangkat cukup tinggi pantatnya dan menghujamkan dengan keras pada penisku….wooooowwwww…..that’s really fucked!!!!

Dan mulailah irama tungangan kuda yang cukup kencang dilakukan mbak leslie.
Penisku dipelintir kesana kemari. Kiri-kanan, maju-mundur….

Sepertinya ia ingin mematahkan batang penisku !

“Ini nikmat sekali tante…!.” kataku menjerit.

“Aku membutuhkan itu.” Dia membalas sambil terengah-engah. “3 bulan kesendirianku akan kubalas padamu!” Katanya geram sambil menghempaskan vaginanya pada penisku!

Sepertinya mbak leslie menumpahkan semua birahi terpendam akibat kejengkelan dengan sang suami.

Ini bagaimana cara ia mengenjot penisku dengan ‘kasar’.

“Bisakah kau rasakan ini?” balasnya sambil mengigit bibirnya sendiri dan membengkokkan penisku kedepan.

Aku merasa penisku ditarik dan dikait vagina mbak leslie kesana kemari.

Rasanya sedikit keras dan sakit…tapi tetap kurasakan rasa nikmat yang liar dari style seperti ini….

“Bagaimana dengan ini?” sambil ia memaksa memasukkan sedalam-dalamnya penisku dalam vaginanya.
Mimiknya sedikit geram pada tubuhku, dan rasanya ia ingin menelan buah zakarku….liar sekali…

Tak ada genjotan yang halus!…..Semua sentakan dan benturan mengunakan tenaga kuda!

Tak ada yang dikurangi…’Bagaimana dengan ini…hah?!” sahutnya geram sambil menghujamkan vaginanya dalam penisku dan digoyangnya pinggulnya sehingga membuat batang penisku seperti melintir….

Liar sekali….!..ia seperti kerasukan setan!…

Aku merasakan spermaku sudah akan keluar kembali…”Mbak aku sudah tidak kuat..” balasku memberitahunya….

“Tak apa sayang…keluarkan saja apa yang kamu punya..” jawabnya sambil terengah-engah.

“Didalam?”, balasku lagi…

“He…eh…” balasnya sambil menghujam penisku bertubi-tubi….

Ia menunduk dan mengigit putingku….”auwwww…” teriaku sedikit menjerit…

“Pelan2 mbak..”, pintaku…

Mbak leslie tidak perduli sambil terus mengigit putingku kiri dan kanan, ia memutar pantatnya seperti gilingan!

Aku sudah tidak kuat…Mbak aku sudah hampir mau keluar…!

“Sabar sayang, mbak juga….kita barengan..” pintanya.

Dan akhirnya ia berkata, “kamu siap?”, sambil terus memompa penisku dengan irama yang sungguh cepat!

“Yaaaa…”,balasku.

Dan karena tak kuasa lagi, kusemprotkan spermaku dalam vagina itu, serrr…serrr…serrr…
3x kali kusemprotkan spermaku dalam vagina mbak leslie dan rasanya nikmattttttttttt sekaliiiiii.
Sepertinya “kedutan” vagina itu siap2 untuk hal yang sama…
Dan tak lama kemudian segera ia bangkit mengangkangiku dan menyuruhku untuk menyodok semua jariku dalam vaginanya….

Lima jariku-pun kumasukkan dalam vagina tersebut…dan kusodokkan keluar masuk….

“Aku sudah mau keluarrrr….” jawab mabak leslie berteriak panjang.

Dan benarlah…jemariku semakin merasakan “jepitan kedut-kedut’ dalam vagina itu…

Kemudian tiba2 ia menarik dan mengeluarkan tanganku…dan memberikan vaginanya ke arah mukaku…

“Masukkan lidahmu sayang….masukkan!”, perintahnya sedikit memaksa!

“Owww…geli bercampur ngeri…”, bathinku…

Vagina itu nampak becek sekali akibat spermaku!

Mbak leslie segera menjambak rambutku dan menyodorkan mukaku secara rapat ke vagina nya…

“Masukkan sayang lidahmu…dan mainkan!”, katanya memohon sambil memaksa.

Aku memasukkan semua lidahku dalam vagina itu dan mengerakkannya seperti ular dalam gua…

Ia menuntaskan dengan mengeluarkan sperma nya dalam kurun waktu yang cukup lama pada lidahku dan sperma itu mengalir masuk dalam mulutku…Ia berteriak keras, “ouwwwwww….yess….yessss..”, entah berapa kali semprotan halus spermanya menyentuh lidahku.

“Suck me babe…suck me”, katanya sambil menjambak rambutku.

Rasanya lama sekali ia mengeluarkan pejuh nya….

“Rasakan itu…boy…rasakan!”, cerocosnya ngawur dan geram..

Ia benar2 menumpahkan semua orgasmenya pada mulutku!

“Ooohh…yeah…that’s right….”, katanya sedikit mengakhiri orgasme tersebut.

Aku tidak bisa berbuat apa2…jambakannya begitu keras dan dengan kepalaku yang sedikit mengangkat, maka sperma campuran itu tertelan olehku…

Asin…anyir…dan aku rasanya mau muntah….

“Oooohhhh….yesss…”, jawabnya lega sambil belum melepaskan jambakan tanganya pada rambutku.

Seolah ia ingin aku menghabisi semua sperma yang ada pada vagina tersebut..
Aku sudah tidak tahan dan segera aku berontak….karena aku tersedak hebat dan mau muntah jika dipaksakan terus….

Akupun melompat dan segera kuhempaskan kesamping tubuh mbak leslie…

Aku terbatuk dan tersedak…Ku keluarkan sisa sperma yang masih ada dalam mulutku…

Mbak leslie hanya memandangku dengan tertawa kecil dan puas…

“Bagaimana sayang..?”, jawabnya lemas sambil tersenyum

“Luar biasa mbak..”, jawabku sekenanya setelah kondisiku sudah mulai tenang.

“Kalau ada waktu, kita lakukan ini kembali ya say…”, balasnya meminta.

“Ya…kita lihat nanti gimana keadaanya..”, balasku capek.

“Benarkah?” balasnya.

“Ya”, jawabku enteng.

Akhirnya kami sudahi permainan tersebut, dan uang $5 tidak jadi kuambil…

Rasanya pengalaman ini jauh lebih berharga.

Akhirnya kami melakukan kembali pada waktu tertentu, hingga akhirnya ia memutuskan pindah ke negara bagian karena kasus cerai dengan mantan suaminya telah selesai.

Selamat tinggal mbak leslie…kataku dalam hati menghantarkan kepergiannya.

===============================
Bonus film yang bisa didownload dan diputar “cewek baik-baik jadi liar”
Kalau ada masalah dalam menontonnya silahkan tanya pada komentar ini
cewek baik-baik jadi liar

Pecahnya Perawan Artis

Alexis Bledel sangat menawan saat memasuki sebuah taxi carteran regularnya, dia bersama seorang pemuda yang beberapa kalangan anggot wanita dari club tsb mengenalnya sebagai pria tampan dan macho berpenis besar.
cerita dewas
Sebenarnya Alexis telah sedikit mengenal pria tsb dari member club lainnya. Hanya itu dari mulut kemulut, dan ia tidak berminat untuk menyelidiki pria tersebut.

Dan sekarang ia berhasil mengajak pria tsb untuk berkencan dengannya. Namanya Jeff.

Ya aku adalah Jeff.
Bagi sebagian wanita yang berumur dari kalangan istri para pengusaha, wanita simpanan dan wanita eksekutif yang merupakan anggota klub “Gilmore Fantasy”, aku dikenal sebagai salah satu dari beberapa pria yang bisa dikatakan Gigolo yang banyak berkeliaran di klub tersebut dan memiliki referensi service yang memuaskan.

Sebenarnya ukuran penisku tidaklah terlalu besar.
Sebagian dari kami terutama yang berkulit hitam (africa-american) memiliki ukuran yang jauh lebih besar dan panjang dari milikku.
Tapi bagi sebagian wanita, itu relatif…

Kami duduk dibelakang sambil ia memandang lembut tanganku yg mengelus pahanya.
cerita porno
cerita dewasa - artis alexis
Alexis cukup agresif dengan tindakanku, dan malah menarik tangan ku keselangkangan pahanya hingga menyentuh celana dalamnya.

Alexis termasuk salah satu selebrities yang masih dibilang perawan. Kencan dengan mantan pacarnya hanya sebatas tubuh dan ciuman saja.

Dan ia mengingkan seks pertamanya pada pria yang “perfect” menurut pandangannya.
Well…mungkin aku bisa dibilang beruntung :)
cerita serucerita panascerita syurr
Aku tidak tinggal diam dgn aksi Alexis, kutarik celana itu sedikit turun sehingga aku merasakan bulu dan bibir halus dari vagina indah itu.
Sang supir yang sudah biasa melihat kelakuan sang artis langganannya (mungkin saja) tidak begitu perduli dengan keadaan kami di belakang.

Aku sibuk mempermainkan bibir vagina dan clitoris-nya sambil mencium bibir Alexis. Memberinya sedikit sentuhan rangsangan dengan menciumi leher dan pundak sang artis.

Alexis mencoba membalas aksi ku dengan membuka retsleting dan kancing celanaku dan segera merogoh penis ku.
Sebenarnya perjalanan dari club ke appartement Alexis tidak jauh…tapi sang sopir sepertinya sudah mengerti dengan kebiasaan sang artis, Jikalau ia tidak memerintahnya “langsung ke condomium”, dan langsung masuk kedalam mobil tanpa menyebutkan
alamat yang dituju, maka itu berarti sang artis ingin dibawa berkeliling kota atau mengitari center park kota lebih dahulu sebelum akhirnya memintanya untuk segera ke appartement-nya.

Udara kota memang terasa sangat dingin…tapi tidak didalam taxi tsb!
Alexis segera membasahi penis ku dari ujung pangkal penis hingga buah zakarku.
Tak ada yang luput dari air liurnya hingga akhirnya penisku ia telan dalam mulutnya dan menghisapnya.

Bibir Alexis memang tergolong sexy dan lentik. “Tipis tapi tajam dilihat”. Sungguh merupakan keinginan bagi setiap pria untuk merasakan bibir tsb.
Alexis malah berfikir kalau ia amat beruntung mendapatka pria seperti diriku yang sedikit memiliki famor “perkasa” dimata anggota wanita club tsb. Well…setidaknya ia ingin tahu sensasi apa yang diberikan dari “my big dick”.

Taxi itu berhenti menandakan telah sampai. Kami keluar dgn saling bergandeng tangan.
Kami lsg menuju elevator mewah dlm apartement tersebut dan segera menuju lantai 8. Kamarnya.

Waktu telah menunjukkan jam 1.00 malam dan tidak nampak lagi lalu lalang para penghuni apartemen lainnya. Cukup sunyi.
Hanya canda dan tawa kecil kami saja yang terdengar.
Lift telah berhenti di lantai 8,

Mereka melewati lorong kamar yang dilapisi ‘kain beludru mewah’ dan suasana yang sudah tidak ada lagi ‘kehidupan’.
Ya malam itu bukanlah malam panjang/malam minggu…sehingga jam seperti ini, para penghuni disini sudah tertidur pulas.
Kamar Alexis berada diurutan ke 2 dari pojok.

Sesampainya didepan pintu kamar, Alexis segera mencari “kartu pass” dalam tasnya, dan segera memberikannya padaku untuk mengesekkannya pada slot didepan pintu tsb.

Aku pun mengesekkan kartu tsb. Tetapi indikator pintu tersebut selalu bertanda merah. Pintu tidak bisa membuka.
Berulang kali aku mengeseknya…hasilnya tetap sama. Cukup lama. Alexis hanya bersandar ditembok menunggu usahaku.

“Bagaimana Jeff?”, tanya Alexis.

“Tidak bisa”, balasku cepat sambil terus mencoba mengesek kartu tsb. Baik dengan cara cepat ataupun lambat, tetap saja indikator itu tidak berubah warna menjadi hijau.

“Apakah kamu yakin, ini kartumu?” tanyaku kemudian.

“Tentu saja”, balasnya.

“Tapi…tunggu dulu Jeff”, balasnya kembali sembari mengecek tasnya.

“A..ha…sorry….kartu itu milik temanku”, sambil ia meminta kartu yg dipegangku dan memberikan kartu lainnya yg baru ia temukan dalam tasnya.

“Ini…milik Aline dilantai 2…ia sedang keluar kota dan menitipkannya padaku”, balas Alexis menjelaskan.
“Tapi…sebentar dulu….”, Alexis menyela pembicaraan kami dan mendekatiku kemudian mencium ku…Akupun membalasnya.

Alexis segera mencari retsleting celana jeans-ku dan membukanya..mencari ‘barang’ yang pernah ia lumuri dengan air liurnya di taxi tadi.
cerita hot
“Hei…nanti ada orang lewat”, cegahku halus.

“It’s ok….tidak akan ada”….”Akan menjadi menarik, bukan?”, tantang Alexis sambil menatapku tersenyum.

Alexis segera melumat penis-ku.
Aku terpaksa bersandar di dinding.
cerita 17 tahun
Kami melakukan “blow job” di tempat umum!

Aku deg-degan tapi bagi Alexis itu menambah birahinya.
Aku celingkuan kesana kemari memandang koridor lorong tsb, mengantisifasi jikalau ada orang lewat.

Alexis menurunkan jeans-ku “setengah tiang”.

Menjilati semua bagian kemaluan-ku, dari batang penis, buah zakar hingga mendekati lubang anus-ku.

Aku mengeliat nikmat. Aku segera merogoh dari atas baju Alexis dan mencari payudara indah yang tersembunyi disana.
Meremas, mengusap dan memililin puting payudara Alexis hingga membuat-nya terangsang.
Sensasi luar biasa, ‘anal sex’ di lorong apartemen!

Suasana ruangan yang sepi berubah menjadi sayup-sayup terdengar “ceppp….ceppp…” akibat sedotan keras Alexis pada batang penis-ku. Mengemut kuat batang penis-ku sambil tangannya tak henti-henti meremas buah zakar-ku.
cerita hot
Sesekali aku..lepas kontrol dengan menekan keras kepala Alexis pada penis-ku agar menelan semua batang penis itu.

Urat disekeliling penis-ku yang membesar, menambah indah bentuk sang penis bagi Alexis. Ia sangat suka sekali. Berusaha menghisap sekerasnya kemaluan tersebut layaknya batangan coklat. Nikmat…dan fresh…
cerita 17 tahun
Tak lama terlihat lampu lift menyala dari lantai bawah hendak menuju keatas.
Aku panik dan mendorong lepas kepala Alexis, “ssstt….ada orang naik”, kataku sambil bergegas menaikkan celana-ku.

Ternyata lampu itu hanya berhenti di lantai bawah kami.
Kami memutuskan untuk masuk saja agar lebih aman.
Pintupun terbuka dan kami segera masuk.

Alexis segera menuju ke shower. Aku menyusul kemudian.

Kupandangi seluruh tubuh sang artis. Payudara itu sedikit kecil tapi putingnya sangat terlihat bagus.
Alexis tidak perduli dengan pandangan-ku, ia terus membaluri tubuhnya dengan air hangat dan sabun gel-nya.

Aku segera jongkok dan membalikkan tubuh Alexis. Pantatnya begitu padat, bulat dan berisi. Ohh…pemandangan yang indah sekali.
Aku meminta sedikit sabun gel tsb pada Alexis. Akupun mulai membantunya mengosok dan membersihkan pantat indah itu. Sesekali aku ciumi pantat itu.

Kugosok dan ku-busahi semua bagian bawah itu, dari mulai area vagina bagian depan hingga lubang anus Alexis.
Aku meyakinkan bahwa semua “lubang” yang dimiliki Alexis telah aku bersihkan. Sesekali kutekan sedikit kedua lobang tersebut dengan jari-ku sehingga menambah daya erotis sang artis. Alexis mendehem pelan. Ia pasti ia sedang merasakan sedikit sensasi pemanasan yang tak kalah nikmat.

Aku mulai naik keatas dan menyabuni payudara itu.
Payudaranya sudah mulai mengeras dan menjulang tegak kedepan.
Kuusap sekeliling payudara itu dengan penuh hikmat. Busa2 yang mengitari “buah melon” itu membuat pemandangan menjadi semakin indah.
Akupun tak sabar ingin mencicipi hidangan “buah segar”.
Hmmm…manis sekali rasanya…aromanya segarnya begitu menusuk hidung.
Alexis “mengonggong” layaknya serigala liar dengan aksi tsb. “Suck it babe…bit it…”, mohonnya padaku untuk menghisap dan mengigit melonnya.

“Engkau menungguku sayang?”, tanyaku sedikit canda pada payudara tersebut.
Aku pun melumat dan mengigit halus puting itu.

Alexis “meraung” nikmat. Tubuhnya gelojotan ke kiri dan kanan. Geli tapi nikmat.

Sekarang posisi berbalik arah.
Alexis yang jongkok dan aku berdiri.
Ia mulai menyabuni pisang ambon-ku dan buah salak juga.
Dan tak lupa anusku.

Alexis membuka mulutnya dan memakan “pisang ambon-ku”. Memagutnya layaknya sang ular memangsa tikus. Sedikit demi sedikit dan akhirnya tertelan semua. Penisku yang mulai tegang dan mengembang berhasil ia telan!

Tak lama kemudian kami membilas tubuh kami dan ia segera lari keluar dari ruang shower dan melompati keatas kasurnya.
“Come on..Jeff?”, jari telunjuknya mengacung memanggil-ku.
pecah perawan
Aku yang masih menghanduki tubuhku sambil tersenyum melihat aksi nakal dan sedikit liar dari Alexis.

Alexis mengoyang-goyangkan bagian pinggulnya seperti merayuku untuk menikmati sajian utamanya.
Pemandangan yang sangat liar!

Aku menyusup layaknya tentara yang sedang gerilnya, mencari sesuatu diantara selangkangan indah itu.
Kutemukan sebuah bibir gua merah halus yang terasa harum sekali. Membukanya dengan kedua tanganku dan menemukan daging kecil kecoklatan dan dalam vagina itu.
Aku mulai memasuki vagina itu dengan lidahku, sedikit demi sedikit dan “kusentil” clitoris itu dengan lidahku.
cerita horny
Alexis refleks terangkat bokongnya akibat sentilan lidahku. “That’s right babe…!”, gumam Alexis girang.
“Suck it honey…”, mohon Alexis untuk menghisapnya.
cerita dewasa gadis pecah perawan
“Hmmm…siapa yang keberatan?”, candaku membalas.
Aku pun memainkan liar lidahku dalam area vagina yang sedikit mulai basah itu dan menghisapnya. Sesekali kutarik clitoris itu keluar yg membuatnya menjerit erotis.
“OOOwwww….yesss”, komentar Alexis girang.

Alexis sudah tidak tahan. “Fuck me now…fuck me now!”, pintanya sambil menarik tanganku.

Karena Alexis masih virgin, maka aku tidak ingin langsung menembak sasaran.
Aku segera berbaring di kasur dan menjelaskannya pada Alexis hal demikian. Silahkan kamu yang mulai dan aku akan menyambutmu.

Memang tidak mudah bagi seorang gadis melakukan hubungan intim untuk pertama kali dan melepas ke-perawanannya, dan aku membiarkannya untuk ia menentukan sendiri kapan harus “dimulai”.

Alexis tersenyum dan menurut.
“Ohhh..come on, you’re so cute..”, balasnya berterima kasih padaku.

Alexis segera mengangkangi selangkanganku dengan kaki terlipat kebelakang dan memberi penisku sedikit pelicin dengan air liurnya.

Ia meraih penis tersebut dengan tangannya dan mengarahkan pada vaginanya. Pelan dan teratur!
Aku hanya tersenyum memandanginya sambil kuusap kedua payudaranya yang telah keras dan tegak menjulang.

Pelan tapi pasti penisku mulai menyentuh bibir vaginanya dan ia berusaha menekan pantatnya sedikit demi sedikit.
Terkadang ia mengangkat kembali pantatnya, karena merasakan sedikit kurang nyaman saat kepala penisku mulai masuk dalam vaginanya.

Inchi demi inchi ia mencoba menelan penis ku. Vagina itu sudah terasa cukup bahasa akibat orgasme kecil.

Aku rasakan lobang sempit vagina itu mulai sedikit memberi ruang pada penisku untuk terus masuk. Sehingga aku sedikit membantunya dengan memberikan tekanan keatas.
Alexis hanya terpejam matanya, merasakan sesuatu yang luar biasa memasuki vagina virginya.

3 inchi penis tersebut telah masuk sukses dengan banyaknya busa putih yang menempel pada bagian kepala penisku.

Dorongan birahi Alexis yang sudah setinggi gunung memaksanya untuk menekan lebih dalam. Dengan sedikit tekanan bantuanku akhirnya 6 inchi penisku telah “tertelan” dalam vaginanya dan Alexis tersontak kaget menahan dengan dorongan penisku.

Ia segera melepas vaginanya. Dan langsung berbaring disampingku sambil memegang selangkangannya.
Sedikit air matanya turun dari wajahnya.
Aku segera berpaling dan melihat wajah itu. Mengusap air matanya sambil kuciumi kelopak mata Alexis.
Aku berusaha memberi ketenangan pada sang gadis ini.

“It’s ok..Jeff”, katanya sedikit menghibur.

Aku mengerti apa yang ia rasakan.
Ia sedikit menahan rasa sakit pada vaginanya. Dan juga mungkin membayangkan bahwa ini akhir dari masa virginnya.

“Ini akan segera berlalu…sayang”, hiburku padanya. “Dan pasti berjalan lancar”.

Aku segera bangun dan menduduki kaki Alexis.
Kulihat sedikit darah yang mengalir pada vagina itu. Aku segera membersihkan pingiran vagina tersebut dengan kain spreinya.

Alexis hanya tersenyum walaupun masih ada air mata yang mengalir pada wajahnya.

Kali ini aku mengarahkan kembali penis-ku pada vagina tersebut dan mengesampinkan kedua paha Alexis.

Paha-ku mulai mengambil posisi dibawah paha Alexis.

Begitu kepala penis itu sudah masuk, aku segera menghampiri wajah Alexis, menciumi dan melumat bibirnya.
Memasukkan lidahku dalamnya mulutnya dan melumat semua bagian dalamnya. Lidah, langit2 mulut dan gusi Alexis, kuusap dengan lidahku.

Aku berusaha untuk menaikkan kembali birahi Alexis.
Sementara itu penisku kubiarkan masuk hanya sebatas kepala penisnya saja.

Alexis mulai bereaksi dengan membalas setiap lumatan mulutku. Sangat dalam dan romantis.
Getaran jantung Alexis yang sudah mulai kencang, menandakan gadis itu sudah mulai terbakar kembali gejolak seksnya.

Tanda seperti itu ku manfaatkan untuk penetrasi penisku lebih dalam.
Turun-naik, inchi demi inchi.
Penisku mulai masuk sebagian.

Otot vagina Alexis sudah mulai sedikit “lunak” seirama dengan keluar-masuknya batang penisku.
Walaupun terkadang ia tersontak kaget, tapi ia mulai merasakan sedikit nyaman.

6 inchi penisku telah masuk kedalam vaginanya. Dan Alexis merintih nikmat.

Aku berfikir “inilah saatnya”.
3 inchi yang tersisa dan aku tuntaskan dengan segera!
Dengan diameter 1,5 inchi saat mengembang dan panjang 9 inchi tentulah tidak mudah bagi seorang perawan untuk menerimanya, tapi aku yakin rasanya Alexis sudah siap menerima penisku “secara utuh”.
cerita dewasa gadis pecah perawan
Alexis mencengkram keras sprei kasurnya terhadapa 6 inchi batang penisku yang bersarang dalam vaginanya.

Ia mengeliat keras. Kepalanya mengeleng kesana kemari. Tetapi karena aku tidak melepaskan lumatan bibir kami, kekuatan gelengan Alexis sedikit tertahan.

Aku merasa ini sudah waktunya.

Dengan mengumpulkan sedikit tenaga aku mulai menekan pelan vagina Alexis tanpa putus hingga terbenam semua dan menyentuh zakarku.

Alexis langsung melepaskan lumatan ciumanku.
cerita ngentot
Ia terkejut hebat…menjerit keras..”oooohhhh….nooooo!’.

Ia berontak! Pantatnya bergerak kekiri dan kekanan seolah mengelak dengan “kedatangan” penisku.

Penisku sudah terbenam semua! TAK ADA YANG TERSISA!

Alexis terus berontak keras!…merintih…menahan rasa sakit…dan menangis…

Aku terus menekan keras pinggulnya untuk terus merapat pada Vagina Alexis. Kemanapun arah pantat Alexis bergerak, aku ikuti.

Sekuat tenaga Alexis, berusaha melepaskan penisku. TAPI…SIA SIA!.

Penisku bagaikan paku tertancap papan dengan sangat dalam!

Aku mebiarkan Alexis panik…dan aku yakin alexis akan kembali tenang.

Sementara itu kubiarkan penisku didalam vaginanya dan merasakan setiap denyut dan jepitan otot vagina itu. Aku berusaha menekannya terus agar tidak tertarik keluar.

“Jeff…take it out nowwww!”, pinta Alexis untuk mencabut penisku sementara waktu.

“I’m hurt..Jeff!”, mohon alexis dengan sangat.
pecah perawan
Aku mengerti keadaan demikian. Alexis panik dan merasa tidak sanggup. Tapi aku yakin itu tidak akan berlangsung lama.

Aku merasakan cairan darah dalam vagina itu mengalir keluar kembali dan mengaliri buah zakarku. Cukup panas!

Kedutan dan jepitan vagina Alexis begitu keras dan sangat menjepit. Bagikan tulang yang menjepit batangan penisku.
cerita horny
“Jeff…please!”, pinta Alexis sekali lagi untuk mencabut penisku. Tetapi suaranya mulai merasakan terkontrol baik.

Ya..aku merasa vagina Alexis sudah menerima kedatangan penisku secara utuh.

Kulihat wajah Alexis yang sedikit meringis sambil mengigit bibirnya.
Aku melihat gadis itu sudah siap dengan aksiku berikutnya.

Aku mulai mencabut penisku secara perlahan. Alexis kembali tersontak kaget…seakan ada mata pancing di vagina dan menarik keluar.

Alexis menjerit keras kembali.
“Ohhhh…nooo…Jeff”, teriakannya sedikit kencang.

Aku tekan masuk kembali penisku.
Alexis terbelalak dengan aksi tsb.
Meraung sejadi-jadinya….
cerita dewasa gadis pecah perawan
Aku mengoyang penisku sedikit kekiri dan kekanan dan menarik keluar perlahan.

Alexis mengelengkan kepalanya dengan keras kesana kemari. Tangannya tidak lagi mencengkram kain sprei, malah menarik kain sprei tersebut!

Disaat itu, Aku kembali menghujamkan penisku dengan perlahan pada vaginanya.
cerita ngentot
Alexis meraung bagai serigala…hingga kepalanya sampai berdiri.

Aku segera melumat bibirnya sambil mencabut sedikit penisku dan tak berselang lama kemudian, kuhujamkan kembali penisku dalam vaginanya. “Sleeeeppppp…”

Alexis gelojotan dan mengigit keras bibir bawahku. Sedikit sakit, tapi bisa kutahan.

Aku segera mencabut penisku dan menusuk kembali vagina tersebut dengan sedikit cepat…dan makin lama makin cepat …!
cerita ngentot
Alexis merintih dan merangkulku dengan keras.

Sekarang ia sangattttt menikmati permainan kami.

Aku semakin cepat memompa vagina Alexis, hingga payudaranya bergerak kesana kemari.

Gerakan payudara itu seirama dengan setiap hujaman penisku dalam vaginanya.
Kejal dan hilir mudik.

Alexi sudah mendekati klimaks!. Ia sedikit berteriak, “Jeff aku hampir sampai…”.

Aku semakin bersemangat. Aku berusaha mempercepat frekwensi goyanganku agar kami mencapai orgasme berbarengan.

Akhirnya ditengah derasnya “terjanganku”, ia memuntahkan semua spermanya.
“serrr….serrrrrrrrr….aliran deras spermanya menghantam penisku”
Semburan itu terasa hangat.

Aku semakin mempercepat gerakanku, dan kusemprotkan luar dalam vaginanya. croooottt…crottt..

Alexis hanya tersenyum puas. Akupun demikian. Kami berciuman kembali untuk melepaskan segala kepuasan kami. Aku segera berbaring dan ia bersandar di dadaku.
Menciumi putingku dan terima kasih atas pelayanan yang kuberikan.

Kamipun bersenda gurau, sambil kudengarkan rasa dan fantasi yang telah ia rasakan barusan.

Selanjutnya beberapa jam kemudian ia memintaku untuk melakukannya kembali.
Ya…kali ini ia akan “melakukan lebih extra” dari yang pertama ia lakukan!
Kali ini anusnya aku hujam dengan penisku dan ia sangat bergairah sekali dengan babak ini.

Hingga kami tertidur pulas sampai esok pagi.
Akupun meninggalkannya dan “keluar dari kehidupannya” dengan kenangan terindah dalam dirinya dan juga untukku.

Seandainya ia sudi menjadi milikku…. mungkin aku akan berhenti dari pekerjaan ini…mungkin….

———————–
Bonus film bokep yang bisa didownload dan diputar “Nyepong dan Ngentot”
Nyepong dan Ngentot